Masyarakat Tradisional, Masyarakat Transisi, Masyarakat Modern, masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
Masyarakat Tradisional,
Masyarakat Transisi, Masyarakat Modern, masyarakat Pedesaan dan Masyarakat
Perkotaan
A.
Masyarakat Tradisional
1. Pengertian Masyarakat Tradisional
Apakah yang dimaksud dengan masyarakat tradisional ? Masyarakat
tradisional adalah masyarakat yang kehidupannya masih banyak dikuasai oleh adat
istiadat lama. Adat istiadat adalah suatu aturan yang sudah mantap dan mencakup
segala konsepsi sistem budaya yang mengatur tindakan atau perbuatan manusia
dalam kehidupan sosialnya. Jadi, masyarakat tradisional di dalam melangsungkan
kehidupannya berdasarkan pada cara-cara atau kebiasaan-kebiasaan lama yang
masih diwarisi dari nenek moyangnya. Kehidupan mereka belum terlalu dipengaruhi
oleh perubahan-perubahan yang berasal dari luar lingkungan sosialnya.
Kebudayaan masyarakat tradisional merupakan hasil adaptasi terhadap lingkungan
alam dan sosial sekitarnya tanpa menerima pengaruh luar. Jadi, kebudayaan
masyarakat tradisional tidak mengalami perubahan mendasar. Karena peranan
adat-istiadat sangat kuat menguasai kehidupan mereka.
Masyarakat tradisional hidup di daerah pedesaan yang secara
geografis terletak di pedalaman yang jauh dari keramaian kota . Masyarakat ini dapat juga disebut
masyarakat pedesaan atau masyarakat desa. Masyarakat desa adalah sekelompok
orang yang hidup bersama, bekerja sama, dan berhubungan erat secara tahan lama,
dengan sifat-sifat yang hampir seragam. Istilah desa dapat merujuk pada arti
yang berbeda-beda, tergantung dari sudut pandangnya.
Secara umum desa memiliki 3 unsur, yaitu :
1) Daerah dan letak, yang diartikan sebagai tanah yang meliputi
luas, lokasi dan batas-batasnya yang merupakan lingkungan geografis;
2) Penduduk; meliputi jumlah, struktur umur, struktur mata
pencaharian yang sebagian besar bertani, serta pertumbuhannya.
3) Tata kehidupan; meliputi corak atau pola tata pergaulan dan
ikatan-ikatan warga desa.
Ketiga unsur dari desa tersebut tidak lepas satu sama lain,
melainkan merupakan satu kesatuan
Secara sosiologis pengertian desa memberikan penekanan pada kesatuan
masyarakat pertanian dalam suatu masyarakat yang jelas menurut susunan
pemerintahannya. Bila kita amati secara fisik, desa diwarnai dengan kehijauan
alamnya, kadang-kadang dilingkungi gunung-gunung, lembah-lembah atau hutan, dan
umumnya belum sepenuhnya digarap manusia.
Secara sosial kehidupan di desa sering dinilai sebagai kehidupan
yang tenteram, damai, selaras, jauh dari perubahan yang dapat menimbulkan
konflik. Oleh karena itu, desa dianggap sebagai tempat yang cocok untuk
menenangkan pikiran atau melepaskan lelah dari kehidupan kota . Akan tetapi, sebaliknya, adapula kesan
yang menganggap masyarakat desa adalah bodoh, lambat dalam berpikir dan
bertindak, sulit menerima pembaharuan, mudah ditipu dan sebagainya. Kesan
semacam ini timbul karena masyarakat kota
hanya mengamati kehidupan desa secara sepintas dan kurang mengetahui tentang
kehidupan mereka sebenarnya.
Namun demikian, perlu kita pahami bahwa tidak semua masyarakat desa
dapat kita sebut sebagai masyarakat tradisional, sebab ada desa yang sedang
mengalami perubahan ke arah kemajuan dengan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan
lama. Jadi, masyarakat desa yang dimaksud sebagai masyarakat tradisional dalam
pembahasan ini adalah mereka yang berada di pedalaman dan kurang mengalami
perubahan atau pengaruh dari kehidupan kota .
2. Ciri-Ciri Masyarakat Tradisional
Ciri yang paling pokok dalam kehidupan masyarakat tradisional adalah
ketergantungan mereka terhadap lingkungan alam sekitarnya. Faktor
ketergantungan masyarakat tradisional terhadap alam ditandai dengan proses
penyesuaian terhadap lingkungan alam itu.
Jadi, masyarakat tradisional, hubungan terhadap lingkungan alam
secara khusus dapat dibedakan dalam dua hal, yaitu :
1) Hubungan langsung dengan alam, dan
2) Kehidupan dalam konteks yang agraris.
Dengan demikian pola kehidupan m masyarakat tradisional tersebut
ditentukan oleh 3 faktor, yaitu :
1) Ketergantungan terhadap alam,
2) Derajat kemajuan teknis dalam hal penguasaan dan penggunaan alam,
dan
3) Struktur sosial yang berkaitan dengan dua faktor ini, yaitu
struktur sosial geografis serta struktur pemilikan dan penggunaan tanah.
B. Masyarakat Transisi
1. Pengertian Masyarakat Transisi
Masyarakat transisi ialah masyarakat yang mengalami perubahan dari
suattu masyarakat ke masyarakat yang lainnya. Misalnya masyarakat pedesaan yang
mengalami transisi ke arah kebiasaan kota ,
yaitu pergeseran tenaga kerja dari pertanian, dan mulai masuk ke sektor
industri.
2. Ciri-Ciri Masyarakat Transisi
Ciri-ciri masyarakat transisi :
a. Adanya pergeseran dalam bidang, misalnya pekerjaan, seperti
pergeseran dari tenaga kerja pertanian ke sektor industri
b. Adanya pergeseran pada tingkat pendidikan. Di mana sebelumnya
tingkat pendidikan rendah, tetapi menjadi sekrang mempunya tingkat pendidikan
yang meningkat.
c. Mengalami perubahan ke arah kemajuan
d. Masyarakat sudah mulai terbuka dengan perubahan dan kemajuan
jaman.
e. Tingkat mobilitas masyarakat tinggi.
f. Biasanya terjadi pada masyarakat yang sudah memiliki akses ke kota misalnya jalan raya.
C. Masyarakat Modern
1. Pengertian Masyarakat Modern
Apakah yang dimaksud dengan masyarakat modern ? masyarakat modern
adalah masyarakat yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi nilai budaya
yang terarah ke kehidupan dalam peradaban dunia masa kini. Masyarakat modern relatif
bebas dari kekuasaan adat-istiadat lama. Karena mengalami perubahan dalam
perkembangan zaman dewasa ini. Perubahan-Perubahan itu terjadi sebagai akibat
masuknya pengaruh kebudayaan dari luar yang membawa kemajuan terutama dalam
bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam mencapai kemajuan itu masyarakat
modern berusaha agar mereka mempunyai pendidikan yang cukup tinggi dan berusaha
agar mereka selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi seimbang dengan kemajuan di
bidang lainnya seperti ekonomi, politik, hukum, dan sebagainya.
Bagi negara-negara sedang berkembang seperti halnya Indonesia . Pada
umumnya masyarakat modern ini disebut juga masyarakat perkotaan atau masyarakat
kota .
Pengertian kota
secara sosiologi terletak pada sifat dan ciri kehidupannya dan bukan ditentukan
oleh menetapnya sejumlah penduduk di suatu wilayah perkotaan. Dari pengertian
di atas, dapat diartikan bahwa tidak semua warga masyarakat kota dapat disebut
masyarakat modern, sebab banyak orang kota yang tidak mempunyai orientasi nilai
budaya yang terarah ke kehidupan peradaban dunia masa kini, misalnya
gelandangan atau orang yang tidak jelas pekerjaan dan tempat tinggal.
2. Ciri-Ciri Masyarakat Modern
Alam tidak lagi hal yang amat vital dalam menunjang kehidupan mereka
seperti yang dialami masyarakat tradisional. Sebaliknya alam dikendalikan
dengan kemampuan pengetahuan mereka dalam menunjang kehidupan yang lebih baik.
Masyarakat kota
yang hidupnya mengalami gejala modernisasi umumnya hidup dari sektor industri,
selain itu mereka juga hidup dari sektor perdagangan kepariwisataan, dan jasa
lainnya. Jadi, kota yang sebagian besar warganya
terlibat dalam kegiatan itu disebut kota
industri. Sistem mata pencaharian sektor industri mempengaruhi segi-segi
kehidupan sosial masyarakat modern antara lain mempengaruhi pembentukan sistem
pelapisan sosial, organisasi sosial, pola-pola perilaku, nilai dan norma
sosial, kekuasaan dan wewenang dan segi-segi kehidupan lainnya yang merupakan
ciri-ciri masyarakat modern.
D. Masyarakat Pedesaan
1. Pengertian Masyarakat Pedesaan
Masyarakat pedesaan ialah masyarakat yang mendiami suatu wilayah
tertentu yang ukurannya lebih kecil dari wilayah kota . Masyarakat desa adalah bentuk
persekutuan abadi antara manusia dan institusinya dalam wilayah setempat yaitu
tempat mereka tinggal di rumah-rumah pertanian yang tersebar dan di kampung
yang biasanya menjadi pusat kegiatan bersama. Sering disebut dengan masyarakat
pertanian / pedesaan.
2. Ciri-Ciri Masyarakat Desa
Roucek – Warren
Ciri-ciri desa adalah :
- Kelompok primer merupakan kelompok dominan
- Hubungan antarwarga bersfiat akrab dan awet
- Homogen dalam berbagi aspeknya
- Mobilitas sosial rendah
- Keluarga lebih dilihat fungsinya secara ekonomis sebagai unit
produksi
- Proporsi anak lebih besar
Mayor Polak
- Bersifat kekeluargaan
- Bersifat koeltif dalam pembagian dan pengerjaan tanah
- Bersifat kesatuan ekonomis, yaitu dapat memenuhi kebutuhan sendiri
(subsistensi)
Bauchmant
- Jumlah penduduk kecil
- Sebagian besar penduduk dari pertanian
- Dikuasai alam
- Homogen
- Mobilitas rendah
- Hubungan intim
Talcott Parson
Afektifitas : Hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta,
kesetiaan, dan kemesraan. Wujudnya berupa sikap tolong menolong.
- Bersifat kolektif dalam pembagian dan pengerjaan tanah.
- Bersfiat kesatuan ekonomis , yaitu dapat memenuhi kebutuhan
sendiri (subsistensi)
Bauchmant
- Jumlah penduduk kecil
- Sebagian besar penduduk hidup dari pertanian
- Dikuasai alam
- Homogen
- Mobilitas rendah
- Hubungan intim
Talcott Parson
Afektifitas : hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta,
kesetiaan, dan kemesraan. Wujudnya berupa sikap tolong menolong terhadap orang
lain.
Orientasi kolektif : meningkatkan kebersamaan, tidak suka
menonjolkan diri, tidak (enggan) berbeda pendapat
Partikularisme : semua hal yang berhubungan dengan apa yang khusus
untuk tempat atau daerah tertentu saja, perasaan subjektif, rasa kebersamaan
Askripsi : berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak
diperoleh berdasarkan suatu usaha yang disengaja, tetapi lebih merupakan suatu
keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keharusan
Kekaburan (Diffusenses) : sesuatu yang tidak jelas terutama dalam
hubungan antarpribadi, tanpa ketegasan yang dinyatakan secara eksplisit (tidak
to the point).
3. Tipologi Perkembangan Desa
Perkembangan desa mengikuti pola sebagai berikut :
1) Desa Tradisional (Pradesa)
Pada masyarakat suku terasing yang masih bergantung pada alam (cara
bercocok tanam, cara memasak makanan, cara pemeliharaan kesehatan) kondisi
masyarakat relatif statis tradisional masyarakat tergantung pada keterampilan
dan kemampuan pemimpin (kepala suku).
2) Desa Swadaya
Sudah mampu mengolah alam untuk mencukup kebutuhan sendiri sudah
mengenal sistem iritasi sehingga tidak tergantung curah hujan.
3) Desa Swakarsa (Desa peralihan)
Sudah menuju ke arah kemajuan benih-benih demokrasi sudah mulai
tumbuh 9tidak lagi tergantung pada pemimpin) mobilitas sosial sudah mulai ada
baik vertikal maupun horizontal.
4) Desa Swasembada
Masyarakat sudah tergolong maju sudah mengenal mekanisasi dan
teknologi ilmiah partisipasi masyarakat dalam bidang pembangunan sudah efektif.
E. Masyarakat Perkotaan
1. Pengertian Masyarakat Perkotaan
Masyarakat perkotaan adalah masyarakat yang sebagian besar warganya
mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban
dunia masa kini.
2. Ciri – Ciri Masyarakat Kota
a. Ciri – Ciri Kehidupan Masyarakat Kota Sebagai berikut :
- Pembagian kerja sudah terspesialisasi dengan jelas
- Organisasi sosial lebih berdasar pada pekerjaan dan kelas sosial
daripada kekeluargaan
- Lembaga pemerintahan lebih maju berdasar teritoritum daripada
kekeluargaan t
- Terdapat sistem perdagangan dan pertukaran
- Mempunyai sarana komunikasi dan telekomunikasi yang lengkap
- Berteknologi yang rasional.
b. Ciri-ciri masyarakat kota
menurut Talcott Parson antara lain :
- Netralitas efektif, memperhatikan sikap netral, mulai sikap acuh
tak acuh sampai tidak memperdulikan jika menurut pendapatnya tidak ada sangkut pautnya
dengan kepentingan pribadinya.
- Orientasi diri, menonjolkan kepentingan pribadi dan tidak
segan-segan menentang jika dirasa tidak cocok atau diasakan melanggar
kepentingannya
- Universalisme, berpikir objektif, menerima segala sesuatu secara
objektif
- Prestasi, suka mengejar prestasi, karena prestasi mendorong orang
terus maju.
- Spesifitas, menujukkan sesuatu yang jelas dan tegas dalam hubungan
antara pribadi, maksudnya niat dinyatakan secara langsung (to the point).
.jpg)
Comments
Post a Comment