Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2013

Membongkar Dalih Pluralisme Versi Islam

Membongkar Dalih Pluralisme Versi Islam Seri buku keempat yang diterbitkan oleh Islam Progresif adalah Argumen Islam untuk Pluralisme. Seperti ketiga buku sebelumnya, buku ini pun memaksakan diri berdalih bahwa Islam mengakui pluralisme. Menurut mereka pluralisme adalah sesuatu yang mesti dianut terkait fakta adanya ragam agama, suku dan keyakinan. Menurut Kelompok Islam Progresif, kemajemukan atau pluralitas merupakan kenyataan dan bahkan makin lama makin menjadi keharusan perkembangan zaman. Untuk mengatur pluralitas ini supaya produktif, diperlukan sebuah pluralisme. Sebab tidak bisa dipungkiri, pluralitas mengandung bibit perpecahan. Justru karena ancaman perpecahan inilah diperlukan sikap toleran, keterbukaan untuk saling belajar dan kesetaraan. Pluralisme memungkinkan terjadinya kerukunan dalam masyarakat atau harmoni, bukan konflik. Dengan paham pluralisme setiap orang memperoleh kebebasan yang sama, adil dan setara. Pluralisme muncul sebagai paham yang bertit...

Membantah Argumen Islam untuk Liberalisme

Membantah Argumen Islam untuk Liberalisme Islam adalah kebebasan, demikian tulis Budhy Munawar-Rahman dalam bukunya Argumen Islam untuk Liberalisme. Menurutnya, kelompok Islam Progresif meyakini bahwa Islam memberikan ruang untuk berpikir bebas. Monoteisme sendiri, menurut mereka, sebenarnya tak lain dari liberalisasi atas kungkungan politeisme dan alam. Artinya, mereka menegaskan, liberalisme sebenarnya sudah terjadi lama di dalam Islam. Liberalisme dalam Islam, menurut kelompok Islam Progresif ini, adalah keinginan menjembatani antara masa lalu dengan masa sekarang. Jembatannya adalah melakukan penafsiran-penafsiran ulang sehingga Islam menjadi agama yang hidup. Karena kita hidup dalam situasi yang dinamis dan selalu berubah, sehingga agar agama tetap relevan, menurut mereka, diperlukan sebuah cara pandang baru atau tafsir baru dalam melihat dan memahami agama. Tafsir yang dimaksud adalah tafsir yang membebaskan, yaitu tafsir yang akan dijadikan pisau analisis untuk meli...

Agar Kita Bershalat dan Shalat Kita Diterima

Agar Kita Bershalat dan Shalat Kita Diterima Assalamualaikum wr wb Sahabatku rahimakumullah. Shalat adalah kewajiban bagi setiap muslim. Setiap hari sedikitnya 5X kita diserukan untuk melakukan Shalat wajib. Shalat itu bisa mencegah perbuatan keji dan munkar pada diri kita. Allah Swt berfirman, “”Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya Shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar”. (QS. Al-Ankabut : 45) Tapi dalam praktek sering kita lihat, orang yang kelihatan rajin Shalat justru berbuat keji, membuat kerusakan, mengebom orang yang tidak berdosa, menganiaya orang, merampas hak orang, korupsi, melakukan perzinahan dan kemungkaran-kemungkaran lainnya. Apanya yang salah?. Yang salah pastilah bukan ayatnya, karena ayat Allah pastilah mutlak kebenarannya, tapi yang sdalah adalah orang-orang yang diseru oleh ayat tersebut, yaitu kita, manusianya. Karena memang ternyata Allah Swt berfirman dalam Hadits Qudsi bahwa Tidak semua orang yang Shalat itu Bersh...

Perbedaan Khair Dengan Ma'ruf

PERBEDAAN KHAIR dengan MA”RUF             Ada perbedaan antara lafadz al-khair dengan al-ma’ruf, sekalipun dua-duanya sering diartikan kebaikan. Al-Khair adalah kebaikan yang tidak bisa semua orang mengetahuinya bahkan menyetujuinya. Kebaikan ini tertumpu pada penjelasan dalil. Islam adalah al-khair, karena tidak semua manusia setuju dan mengerti tentang kebaikan Islam. Dan Kebaikan Islam perlu penjelasan dan ilmu. Sedang al-Ma’ruf adalah jenis kebaikan yang tanpa dalil-pun orang tahu bahwa itu suatu kebaikan. Bahkan semua orang menyetujuinya. Seperti berbuat baik kepada orang tua, atau memberi makan yang kelaparan. Jangankan umat Islam, luar Islampun sadar bahwa itu kebaikan. Oleh karena itu asal arti al-ma’ruf adalah (sudah) dikenal atau sudah biasa dikenal. Karenanya adat istiadat disebut al-’urf. Walhasil setelah mengenal al-khair maka tinggal memerintah melaksankan, sehingga bisa jadi al-khair menjadi al-ma’ruf disebabkan te...

Problem Masyarakat Modern

PROBLEMATIKA MASYARAKAT MODERN A. Masyarakat Modern Masyarakat modern terdiri dari dua kata, yaitu masyarakat dan modern. Masyarakat adalah pergaulan hidup manusia (himpunan orang yang hidup bersama di suatu tempat dengan ikatan-ikatan aturan tertentu). Sedangkan modern diartikan yang terbaru, secara baru, mutakhir. Jadi masyarakat modern berarti suatu himpunan yang hidup bersama di suatu tempat dengan ikatan-ikatan aturan tertentu yang bersifat mutakhir. Menurut Deliar Noer ada 5 ciri-ciri masyarakat modern sebagai berikut : Bersifat rasional, Berpikir untuk masa depan yang lebih jauh, Menghargai waktu, Bersikap terbuka, dan Berpikir objektf. Dalam pada itu, Alfin Toffler, sebagai dikemukakan oleh Jalaludin Rahmat, membagi masyarakat ke dalam tiga bagian. Yaitu masyarakat pertanian (Agricultural Society), masyarakat industri (Industrial Society), dan masyarakat infomasi (Informatical Society). Masyarakat pertanian, ekonominya bertumpu pada tanah / sumber...

Awas Misi Gereja Kristen...

Awas Misi Gereja Kristen! Insiden bentrokan antara 200 jemaat Huria Batak Kristen Protestan (HKBP) dengan sembilan orang warga Bekasi 3 Syawwal 1431 H silam di Ciketing, Bekasi, menyisakan luka yang cukup dalam di benak umat Islam Indonesia. Hal itu disebabkan umat Islam lagi-lagi menjadi sasaran fitnah masyarakat nasional dan internasional sebagai pihak yang tidak menghargai kebebasan beragama dan menciptakan ketidakrukunan di antara umat beragama. Istilah “kebebasan beragama” dan “kerukunan umat beragama” pun kemudian menjadi dua kata kunci yang efektif untuk memojokkan umat Islam, khususnya mereka yang menjadi warga Bekasi. Dengan jaringan media yang luas, dan dengan analisa yang cenderung dipenuhi stigma negatif terhadap umat Islam, jadilah pembuatan opini yang tidak seimbang oleh mereka yang sensitif dengan dua kata tersebut cenderung berhasil. Padahal pangkal masalah dari kebebasan beragama yang seolah-olah tidak menemukan solusinya di negeri berpenduduk mayorit...